Aku, Kamu dan Tentang Kita


Ini adalah hari dimana aku mulai merasa kurang akrab dengan apapun yang ada disekitarku, aku berusaha untuk belajar memahami apa yang sebenarnya terjadi pada diriku, aku berusaha beranalogi namun aku tak menemukan apapun yang bisa aku mengerti,  Aku sangat menyayanginya tapi mengapa masalah ini harus menimpaku? apakah karna aku memang naif atau apakah ini yang dikatakan sebuah ketulusan? sehingga aku tak menyadari apapun? entahlah, aku berusaha untuk tetap tabah.

Aku baru memulai hubungan dengannya, dia adalah pilihanku dan kami sudah sangat dekat. sebuah rasa yang kami tanam, kini mulai bersemi dan begitu indah. Tapi mengapa ada yang merusak semua yang sudah kami bangun?

Semua berawal dari obrolan singkat antara aku dengan mantan dari kekasihku berinitial H melalui sebuah jejaring sosial. Dia mengaku sebagai seorang mantan dari kekasihku, ya.. aku juga sudah mengetahuinya sejak beberapa waktu yang lalu, dimana kekasihku juga pernah menceritakannya padaku.
Kembali pada obrolan singkat antara aku dengan mantan dari kekasihku yang aku ceritakan tadi,  awalnya kami hanya membicarakan hal yg biasa, seperti kabar dan domisili, namun setelah berselang beberapa menit dia mengagetkanku dengan sebuah cerita nostalgia yang cukup membuat kepalaku menjadi panas dan emosiku semakin tak terkendali. dia mengatakan bahwa dia pernah menjalani hubungan dengan kekasihku, sebuah hubungan yang sangat dekat dan boleh dikatakan intim. Bahkan setelah mereka putus, dia masih sering berkomunikasi dan sering berkunjung ke rumah kekasihku. Jelas aku jadi sakit hati dan marah. ini tidak sinkron dengan apa yang disampaikan kekasihku terhadapku. disini aku mulai meragukan kejujurannya..

Setelah terjebak dalam perdebatan singkat itu, aku menjadi seorang pemurung.. Bukan karna aku tidak bisa menerima keadaan, tapi karna aku adalah seorang tempramental. Aku tidak mau membuat masalah yang berujung fatal karna aku sangat tidak bisa mengendalikan amarah.

Aku mulai meragukan kekasihku, selain kurang yakin akan kejujurannya dan dia juga terkesan bersikap acuh terhadapku. Aku sempat berfikir untuk mengakhiri saja hubungan ini, namun aku urungkan niat itu sampai aku benar2 bisa berfikir jernih dan akan aku bicarakan dengan cara yang baik dengan kekasihku.

Sampailah pada hari dimana aku tidak bisa menahan amarahku, Kekasihku pergi meninggalkanku untuk pulang ke kampung halamannya buat mengunjungi orang tuanya, mungkin karna dia kangen sama keluarganya. Ya.. Aku dan kekasihku sama2 merantau dikota orang, jadi sesekali waktu akan pulkam buat sekedar temu kangen atau keperluan lainnya. Dalam hal ini aku bisa mengerti posisi dan kapasitasku yang tidak bisa melarang atau mengekangnya secara berlebihan, karna itu sama sekali bukanlah hak ku. Namun satu yang tidak bisa aku terima adalah dia tidak memberitakan kepulangannya kepadaku. Jelas disini aku adalah kekasihnya yang menurutku pantas jika dia memberi kabar kepadaku.

Aku benar2 muak jika aku diacuhkan. karna dari pengalaman kisah hidupku, aku sering diacuhkan dan kurang mendapatkan kasih sayang,  jadi aku benar2 sensitif dalam hal ini. dengan pikiran yang sembrawut, aku langsung memutuskankan hubungan dengannya dan itu aku layangkan melalui sebuah sms kepadanya. Dia berusaha meminta maaf dan aku masih membutuhkan waktu untuk menjernihkan pikiranku. Aku memilih untuk menenangkan diri, dan aku tidak mau terburu2 dalam menyelesaikan masalah. seperti yang telah aku sampaikan bahwa aku tidak ingin mebuat sebuah masalah itu menjadi semakin besar karna tempramental yang aku miliki.

Berselang beberapa hari, kami mulai jarang berkomunikasi. itu dikarenakan aku yang memilih untuk menenangkan diri dan Dia yang cenderung untuk tetap diam.  Aku terlibat perang pemikiran dan benar2 galau. Sampailah pada akhirnya aku mendapat kabar bahwa Dia telah menjalin hubungan lagi dengan seorang laki2. Aku kaget dan sedih, namun pada akhirnya aku sadar, mungkin ini adalah jalan takdirku. Namun aku tak habis pikir, begitu mudahnya dia menghapus semua yang pernah ada. Aku benar2 kecewa! Padahal kami belum sempat untuk membicarakan masalah yang kami hadapi secara bertatapan mata. ini benar2 gila!

Kamu.. Ya! Kamuu…….

  • Jangan pernah mencari pelampiasan atas sakit hatimu, yang menurutmu bahwa aku yang telah menumbuhkan rasa sakit itu!
  • Jangan pernah terburu2 dalam mengambil kesimpulan dan keputusan!
  • Jangan pernah mengungkit atas semua yang pernah kamu berikan kepadaku, karna itu bisa menjadi pahala buatmu! Namun jika kamu tetap menganggap dirimu sebagai azas pemanfaatan olehku, kamu boleh menghitungnya dan memberikan tagihannya kepadaku! Aku akui disaat aku membutuhkan bantuanmu, diasaat itu keadaanku memang benar2 sulit!
  • Jangan salahkan aku kembali pada mantan kekasihku, karna kamulah yang memulainya. diasaat aku membutuhkan waktu untuk menjernihkan pikiran, kamu yang membutuhkan laki2!

Aku menyadari bahwa diriku tidak ada apa2nya…
Semoga kamu bahagia dengan semua yang menurutmu itu bisa membuatmu bahagia..
Maaf jika baru saat ini aku bisa menceritakan semuanya, karna kamu tidak pernah memberikan kesempatan untuk kita menuntaskan semuanya.

Especially for ; Juliana Efendi

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

4 responses to “Aku, Kamu dan Tentang Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s